Klaten, Sleman dan Magelang

14 Nov 2010

Kami berenam (achmad Lutfi, Agung Sepung, Chandra Ponco, Syaiful, Rama serta Gilang Polenk) berangkat pukul 10 malam (12/11/10) dari Kantor Detik Surabaya di Jalan Jimerto 17 A Surabaya untuk menuju Jogja dalam rangka mengirimkan bantuan korban letusan Gunung Merapi. Setelah mulai tanggal 29 Oktober lalu kami menggalang dana, dan ditutup hari jum’at yang jumlahnya ternyata diluar perkiraan kami.

Setelah mulai magrib kami menaikkan barang alhamdulillah perkiraan kami untuk jasa angkutan ternyata pas dengan jumlah barang yang ada. Sempat beristirahat sejenak setelah menaikkan barang kamipun berangkat mengawal truk untuk menuju Jogjakarta.

Alhamdulilah kami sampai di klaten lebih tepatnya di depan Candi Prambanan pukul 6 pagi untuk menunggu Bagus Kurniawan reporter reporter detikcom biro Yogya yang nantinya sebagai penunjuk jalan kami untuk mengantarkan bantuan. Setelah truk pengangkut bantuan datang kami pun langsung bergegas menuju posko pengungsian.

Dengan pertimbangan dari mas Bagus yang memang lebih mengetahui kondisi pengungsi kami langsung menuju posko pertama Balai Desa Kokosan Kecamatan Prambanan. Setelah melapor pada kepala desa kamipun segera menurunkan bantuan yang berisi sembako, pakaian layak pakai, obat, kebutuhan bayi, susu, tikar, makanan hingga alat tulis. Di posko ini kami menyerahkan sebagian barang karena masih ada 2 tempat lagi yang harus dituju.

Dari desa Kokosan kami menuju Desa Balai Desa Tamanmartani Kalasan Sleman, di tempat ini kami menurunkan barang lebih sedikit dari tempat sebelumnya karena pada saat bersamaan ada sumbangan sayuran dan dari data di posko ini alhamdulilah lebih cukup daripada dihari sebelumnya.

Lepas dari Klaten dan Sleman kami menuju tempat yang lebih jauh lagi yaitu Magelang, dengan dipandu mas Bagus yang mendapat informasi dari teman teman sesama wartawan via HT kami menuju Balai Desa Ngluwar Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang. Tempat ini dipilih karena memang jarang ada bantuan yang datang, para masyarakat pengungsi di desa ini adalah para masyarakat yang tempat tinggalnya berada sekitar 4km dari puncak Merapi. Dan tidak diperkirakan oleh para Tim vulkanologi.

Memasuki daerah ini kami melihat langsung imbas dari dasyatnya letusan merapi. Perkebunan Salak yang rusak dan pohon pohon kelapa bertumbangan selain itu sepanjang jalan yang kami lalui semua berwarna putih karena abu dari Merapi masih banyak. Kami melihat semangat masyarakat yang sudah kembali pulih dengan melakukan aktifitas mereka.

Masyarakat di desa ini sungguh luar biasa bagi kami, walaupun dengan kondisi rumah yang rusak atau bahkan kebun salak mereka tertutup oleh pasir putih tetapi. Dengan sabar mereka bersihkan sedikit demi sedikit walaupun mereka tahu bahwa sore ataupun keesokan harinya bakal ada lagi.

Kami Memutuskan ini menjadi posko terakhir kami karena ketika datang bantuan masih sedikit, walaupun ada tim dari TNI dan juga mahasiswa fakultas kedokteran dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang memberikan bantuan kesehatan.

Kami mengucapkan terima kasih pada penyumbang yang mempercayakan pada kami untuk menyerahkan bantuannya. Buat mas Bagus yang telah Menjadi penunjuk Jalan kami beserta sopir truk sori lupa namanya yang tetep bersabar dengar kerewelan kami. Terima kasih juga buat tim Detik Surabaya yang memberi fasilitas pada kami sehingga pelaksanaan penyerahan bantuan bisa terlaksana dengan lancar

[gallery]

Foto foto yang lain bisa dilihat di Sini atau disini


TAGS pengiriman bantuan Merapi


-

Author

Follow Me