Adit, Bocah 5 Tahun Perawat Ibunya yang Lumpuh Kini Sudah Bisa Tersenyum

23 May 2011

Alhamdulillah, tuntas sudah penyerahan Baksos untuk Adit, Bocah 5 Tahun Perawat Ibunya yang lumpuh. Setelah diskusi bersama teman-teman DSC akhirnya diputuskan 21 Mei 2011 adalah saat yang tepat penyaluran dana baksos untuk Adit dan berikut cerita seru kami.

Kami berenam termasuk saya, Aku_lelaki, Sepung, Bukanradja, Cak Lim, dan Mbun memulai perjalanan dari Surabaya pukul 10:30 wib dan menuju Nganjuk tiba tepat pukul 14:00 wib.

Ketika kami tiba di kota Nganjuk sudah ada beberapa teman yang menunggu di Alun-alun (Samsul Hadi, Hartono, dan Pak Wachid), kemudian kami meluncur ke rumah kontrakan Adit, Bu Sunartik sedang berada di rumah karena menjalani rawat jalan atas penyakitnya, sedangkan Adit saat itu sedang terlelap tidur siang. Awalnya kami mau menunggu Adit bangun daripada nanti dia rewel. Namun ketika bu sunartik memanggilnya dan memberitahu bahwa kami datang untuk mencarinya, Adit langsung bangun meski dengan enggan dan tidak mau bertemu kami malah minta ijin bersepeda bersama anak tetangga.

Saat itu benar-benar membutuhkan usaha keras untuk membujuk dia guna mengajaknya melihat rumah barunya, ketika itu saya ingat pernah membaca sebuah artikel bagaimana trik menghadapi bocah adalah dengan beradaptasi dengannya terlebih dahulu, berikutnya saya mengaplikasikannya dan tidak memaksakan dia ikut kami, saya hanya mengajaknya ngobrol sedikit supaya dia lebih mengenal kami terlebih dahulu, dan alhamdulillah trik ini berhasil dengan 2 (dua) syarat yang dia ajukan:

Pertama : Ibunya tidak boleh dipisahkan lagi darinya
usut di usut ternyata Adit trauma apabila pergi bersama kami dan setelah kembali ke rumah dia tidak menjumpai ibunya (seperti kejadian saat pertama kali ibunya di bawa ke Rumah Sakit oleh Pemkab dan dia dititipkan di Panti Asuhan), bukan itu saja Adit juga merengek tidak ingin pergi karena ibunya tidak ada yang menjaganya, dan saat itupun bu Sunartik berjanji kepada Adit akan tetap menunggunya di rumah sampai Adit kembali.

Usaha membujuk Adit supaya ikut kami jalan-jalan

Usaha membujuk Adit supaya ikut kami jalan-jalan

Kedua : minta dibelikan mainan, mainan apa? “Pesawat Terbang dari Gabus” (=Styrofoam)
Yah, Mainan sederhana yang biasa di jual di Alun-alun dengan harga kurang lebih 10 ribu, dia menginginkannya karena anak tetangga sebelah selalu memainkan mainan pesawat tersebut dan dia tidak boleh pinjam. menanggapi permintaan Adit tersebut kami serentak mengiyakan untuk membelikan dia mainan itu.

Berdiskusi bersama untuk mampir Alun-alun membeli mainan pesawat terbang dari Gabus

Berdiskusi bersama untuk mampir Alun-alun membeli mainan pesawat terbang dari Gabus

Sebelum meluncur ke rumah baru Adit, kami mampir ke Alun-alun untuk membeli mainan pesawat terbang dari Gabus seperti yang dia harapkan, ternyata hasilnya Nihil - Penjual yang di cari tidak ada, kemudian kami ke deretan toko mainan di pusat pertokoan kota Nganjuk namun hasilnya tetap nihil, akhirnya kami memutuskan langsung menuju ke Rumah Baru Adit untuk memperlihatkan Rumah itu kepadanya, bagaimana reaksi wajahnya? cuek dan mulai rewel merengek minta mainan pesawat itu, ketika kami ajak berfoto sebagai laporan kami kepada donatur se-centi pun dia tidak menyunggingkan senyumnya.

Masih cemberut karena mainan pesawat terbang yang diinginkan belum juga di dapat

Masih cemberut karena mainan pesawat terbang yang diinginkan belum juga di dapat

Setelah kami rasa cukup waktu untuk melihat Rumah itu, berikutnya kami kembali dan putar haluan ke arah pertokoan di tengah kota untuk membeli Mainan Pesawat dari Gabus, dan hasilnya? masih tetap nihil, tidak ada yang jual. Saat itu Adit masih berwajah kecut karena mainan yang diinginkannya belum juga didapat. Dengan menyerah kami memberikan pengertian kepadanya untuk mencari mainan yang lain saja, seketika itu juga wajah itu berubah ceria ketika kami mampir di sebuah toko Mainan dan dia melirik “Mobil Remote Racer” seharga kurang lebih 300 ribuan, kami pun membayarnya dan dia kegirangan ketika mainan barunya tersebut sudah dalam genggamannya, yah kini akhirnya Bocah itu tersenyum juga.

Remote Mobil Racer sudah di tangan, semangat 45 foto bersama

Remote Mobil Racer sudah di tangan, semangat 45 foto bersama

Bahkan ketika kembali ke rumah, dengan semangat ‘45 tanpa di rayu dia mau di ajak foto bareng dan foto berkali-kali pun masih tersungging senyum di bibirnya, Dasar Adit hehehe

Akhirnya kami kembali ke Surabaya setelah menyerahkan baksos yang penuh kisah ini, sebelum itu kami “mampir ke toko buah membeli buah apel kegemaran Ibu” pinta Adit.

Mampir beli buah Apel kegemaran Ibu

Mampir beli buah Apel kegemaran Ibu

Dana baksos untuk Adit senilai total Rp. 185 juta telah kami serahkan dengan rincian: 50 juta rupiah berupa rumah Adit (Rumah+renovasi+isinya), 120 juta rupiah berupa asuransi (pendidikan, kesehatan, jaminan masa tua), dan sisanya sebesar 15 juta berupa uang tunai dalam rekening tabungan atas nama bu Sunartik QQ Muhammad Aditya Firmansyah.

Proses Serah Terima Dana Baksos melalui Wali Adit, Bu Sunartik Ibunya

Proses Serah Terima Dana Baksos melalui Wali Adit, Bu Sunartik Ibunya

Selengkapnya liputan mengenai laporan baksos ini bisa di baca di sini

Demikian kami sampaikan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Donatur atas kepercayaan yang diberikan kepada kami tim DSC, tak lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada Pak Samsul Hadi, Pak Hartono, dan Pak Wachid, karena telah bersedia menemani dan mengawal kami selama penyerahan baksos ini.

Hormat kami,

Salam DSC

writer: delila
fotografer: sepung, bukanradja
Koordinator baksos: Aku_lelaki
Tim DSC : Cak Lim dan Mbun


TAGS Baksos DSC Pesawat Mainan Perawat Adit


-

Author

Follow Me