Dblogger Suroboyo nglencer nang Banyuwangi

11 Jan 2014

Berangkat pada pukul 21.45 dari stasiun Gubeng, tim dblogger yang terdiri dari 15 orang ini mulai menuju ke Kabupaten Banyuwangi. Kami tiba di stasiun Karangasem pada pukul 04.00 dihari Sabtu tanggal 11 Januari 2014.

Dari Stasiun Karangasem kami disambut 2 bus damri Bandara yg siap mengantar kami menuju Hotel Mahkota untuk melepas lelah sejenak hingga pukul 6 pagi. Dengan waktu sebentar kami melanjutkan perjalanan selama 2 jam menuju dusun Tegal Pakis Wetan desa Kalibaru wetan tempatnya Sentra Kerajinan sayangan untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan Panci dan alat masak yg terbuat dari aluminium.

Selama 30 menit tim dblogger Suroboyo mengajukan berbagai macam pertanyaanya pada pengrajin dan langsung menuju Margo Utomo yg letaknya tak jauh dari tempat tersebut. Margo Utomo terletak di depan Stasiun Kalibaru merupakan tempat pemerasan dan pengolahan susu yang telah berdiri sejak tahun 1943. Dalam Sehari Margo Utomo Farm menghasilkan 560ltr dengan total sapi sekitar 80an sedangkan kondisi sapi yang siap peras ada sekitar38ekor.

Selain sebagai tempat pengolahan susu Margo Utomo juga tempat hasil kebun seperti Vanili, Duren Merah, Sukun, Pala, Gula Aren,Kakao,kopi,lada, karet,cengkeh dan Rombusa. Buah Rombusa rasanya seperti buah Markisa dengan tetapi rasanya seperti pepaya.

Margo Utomo Hill ini memiliki lahan seluas 10Ha dengan 9Ha untuk perkebunan dan 1Ha untuk resort. Pemilik Margo Utomo adalah bapak R.H. Moch. Moestadjab merupakan keturunan Belanda yang Nenek Moyangnya terdahulu adala para pekerja perkebunan di daerah Kalibaru.Margo Utomo juga memiliki resort di dua tempat dimana Margo Utomo I ada sekitar 50 kamar dan Margo Utomo II menyediakan 31 kamar.

Selepas dari Margo Utomo kami kembali menuju Kota tepatnya di kediaman Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas pendopo “Sabha Swagatha Blambangan”. Bapak Abdullah Azwar Anas yang biasa dipanggil Pak Anas ini yang menjabat sejak tahun 2010 dan dalam masa kepemimpinanya telah membawa banyak perubahan bagi Kabupaten Banyuwangi.

Sedekah Pohon adalah salah satu program yang dicanang oleh Pak Bupati dan disambut sangat antusias oleh seluruh Masyarakat Banyuwangi. Hal ini dibuktikan dengan perubahan2 besar tentang kebersihan kota, sebagai pengetahuan bahwa Kabupaten Banyuwangi dulunya pernah mendapatkan predikat kota terkotor nomer 2 tingkat Jawa Timur. Tapi kini Kondisi Banyuwangi telah berubah dan kesadaran Masyarakat tentang kebersihan sangat tinggi.

Bercerita tentang Pendopo Sabha Swagatha Blangbangan di Konsep bunker yang bangunan2 terpendam, dan perbedaan dengan kabupaten lainya adalah dari rumah Bupati ini berdekatan dengan rumah penduduk yg memang disengaja agar seluruh pengunjung yang datang dapat menyaksikan menyaksikan gambar natural rumah penduduk Banyuwangi dengan berbagai kekuranganya.

Kami mengeksplore kediaman Bupati ini hingga pukul 15.00, selanjutnya kami menuju desa Kemiren yang merupakan salah satu kampung suku Osing di Banyuwangi untuk menyaksikan pengolahan kopi hingga siap diteduh.

Di desa Kemiren ini ada satu tokoh terkenal yang menjadi tester kopi tingkat internasional yaitu Bapak Iwan Setiawan dan akhirnya membagikan ilmunya pada Tholek atau para pemuda di desa ini dengan menyebut dirinya Pathok (paguyuban Tholek kemiren). Dan hasil dari para tholek ini adala Kopi “Jarang Goyang” yang diambil dari salah satu tarian khas Kabupaten Banyuwangi.

Di desa Kemiren kami juga diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi rumah Bapak Iwan Setiawan di sanggar Genjah Arum, kami langsung disambut dengan alunan lumbung padi ketika telah menjejakan kaki di sanggar ini. Tidak hanya alunan lumbung padi saja tetapi juga ada Barong Kemiren yang berwujud pitik pitikan

Kunjungan kami akhirnya disempurnakan dengan menu kopi jarang goyan dan makanan khas Pecel Ayam yang tidak disajikan di acara sembarangan, hanya disajikan diritual khusus dan salah satunya adalah ritual penyambutan tamu seperti kami.

Bagi kami hari ini adalah hari sangat spesial karena kami para blogger sudah diberikan kesempatan oleh pihak kabupaten dan juga bapak Iwan setiawan untuk bisa mendokumentasikan kegiatan kegiatan sakral di kabupaten Banyuwangi.


TAGS Kabupaten Banyuwangi Sunrise Of Java


-

Author

Follow Me