Yuk berAKSI memberantas korupsi

11 Mar 2014

Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan 3 hal yang sejak dulu belum berhasil dihapus dari Indonesia. Meski masa telah berubah tindakan KKN masih saja merajalela. Pun dengan reformasi perbuatan melanggar hukum ini tetap saja beroperasi. Lalu, sampai kapankah negeri ini bersih dari tindakan korupsi?

Jika melihat berita di televisi, hampir setiap hari masyarakat kita diberi suguhan tentang pejabat-pejabat tinggi negara yang tertangkap akibat melakukan praktek melanggar hukum. Tak tanggung-tanggung, mereka adalah pejabat tinggi yang seharusnya membela hukum. Lalu bagaimana cara kita, masyarakat Indonesia, menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan korupsi, kolusi dan nepotisme yang deras melanda negeri ini? Apakah memilih diam sebagai penonton? Atau mengambil aksi untuk menyelamatkan martabat bangsa?

Pada workshop Semua Siap BerAKSI yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Jumat, 7 Agustus 2013 di ruang Diponegoro Hotel Santika premier Surabaya, Komunitas Dblogger Suroboyo diharapkan turut berperan serta menjadi komunitas yang siap membantu pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kita semua tau bahwa perbuatan korupsi tidak bisa hanya dilakukan oleh perorangan saja, tetapi dilakukan oleh sekelompok orang yang menciptakan pasar gelap ketidakadilan dengan memanfaatkan wewenang serta kekuasaan. Oleh karenanya sebagai tindakan persuasif, masyarakat juga harus bisa membangun komunitas dan melakukan pendekatan diri agar tidak ikut terjerumus dalam perbuatan korupsi.

Tema workshop kali itu mengambil tema Memperkuat Jaringan Anti Korupsi di Jawa Timur yang dihadiri oleh Tim PNPM pusat dan daerah, Seniman dan Budayawan, serta Netizen Jawa Timur. Sedang yang menjadi nara sumbernya adalah Bapak Bambang Widjojanto dari KPK serta Bapak Budi Satrio dari desa Melung Banyumas yang hari itu membawakan materi Best practise pengelolaan informasi dan anggaran desa secara transparan dan akuntabel.

Dalam materinya, Bapak Bambang Widjojanto mengatakan bahwa Tindak Pidana Korupsi adalah kejahatan terorganisir dan bersifat transnational dimana modus operandinya terus berkembang. Pelaku kejahatan tidak hanya punya otoritas tetapi juga memiliki jaringan politik dengan kapital tak terbatas.

Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya aktif mendengarkan narasumber saja tetapi juga diminta aktif berbicara di forum. Usai mendengar materi dari 2 narasumber, sesi berikutnya adalah pembentukan kelompok yang terdiri dari 10-11 orang dimana tiap kelompok harus memikirkan lalu menyampaikan pendapatnya mengenai bagaimana cara mengidentifikasi agar masyarakat terhindar dari berbuat korupsi.

Di sesi akhir dengar pendapat, setidaknya terdapat 3 kesimpulan penting untuk menghindari perbuatan korupsi yang antara lain adalah Penegakan hukum secara represif, Sistem pengawasan yang transparan serta Pendidikan dan sosialisasi pencegahan.


TAGS


-

Author

Follow Me