Yuk kita manfaatkan limbah kampanye

7 Apr 2014

8a9805269c415e3ca488c3bb1bdd97cb_photo-8

Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah utama usai perhelatan kampanye untuk memilih wakil rakyat yang diadakan setiap lima tahun sekali. Bahkan untuk mengatasi permasalahan itu banyak pihak yang peduli dan rela menyalurkan idenya demi memanfaatkan limbah sampah untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Jika masih kita ingat bagaimana bungkus plastik sabun cuci bisa dimanfaatkan menjadi tas belanja yang menarik. Tentunya banyak juga hal lainnya mengenai pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat yang mudah ditemukan di sekitar kita.

Pada hari Minggu kemarin mengadakan mini workshop pemanfaatan banner bekas kampanye untuk difungsikan menjadi sesuatu yang berguna. Pemanfaatan limbah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah banner bekas kampanye yang sudah tidak terpakai. Dari pada limbah kampanye caleg itu menjadi gunungan sampah kami berinisiatif memanfaatkannya sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat.

Kebetulan sekali hari Minggu sudah memasuki masa tenang kampanye partai. Dimana pada waktu itu semua atribut kampanye harus dibersihkan dari sudut kota tanpa tersisa sedikitpun. Bersama petugas yang berkewenangan menurunkan banner dijalanan kota Surabaya, kami setidaknya turut berpartisipasi mengambil beberapa banner untuk dijadikan bahan mini workshop.

Ya, Detik Blogger Surabaya membuat Mini Workshop Pemanfaatan Banner Bekas Kampanye!

Minggu pagi, tanggal 6 April kemarin saat Car Free Day Taman Bungkul menjadi sasaran lokasi kami. Ada hal yang mendasari kenapa mengambil lokasi di Car Free Day untuk kegiatan ini, yakni agar semakin banyak masayarakat yang mengetahui bahwa banner bekas kampanye bisa dimanfaatkan. Keunikan pemanfaatan limbah kampanye caleg yang kami tunjukkan terletak dari mudahnya pembuatan, tanpa teknik khusus dan tidak membutuhkan waktu lama dalam pembuatannya dengan hanya memanfaatkan lipatan demi lipatan.

Pada mulanya banner tersebut itu digambar lebih dulu sesuai pola. Akan lebih bagus lagi hasilnya jika kita pandai menggunting pola dengan menempatkan gambar banner tersebut untuk dijadikan motif yang menarik tertentu sehingga hasil akhirnya akan lebih catchy. Setelah digunting, pola yang sudah jadi dilipat-lipat menjadi bentuk dompet. Teknik pelipatan pembuatan dompet ini sama sekali tidak menggunakan lem ataupun jahit menjahit.

Ide ini sebetulnya kami dapatkan dari seorang teman yang berkunjung ke luar negeri dan membawa buah tangan berupa dompet unik seharga $15. Sesampainya dirumah dompet itu dibedah untuk diteliti bagaimana cara pembuatannya, karena yang menjadi alasan sebenarnya membeli dompet tersebut selain keunikannya juga juga bentuknya yang sederhana dari bahan kertas yang memanfaatkan lipatan demi lipatan.

Dari informasi tersebut kami mengambil inisiatif bagaimana seandainya jika bahan yang digunakan bukan lagi dari kertas, melainkan dari bahan lain seperti vinnyl yang menjadi bahan banner kampanye, dengan memanfaatkan kelebihannya yakni bisa tahan air dan mudah untuk perawatannya.

Oya, selain dompet, teman-teman juga bisa memanfaatkan banner bekas kampanye untuk dibuat tas, sampul buku, atau benda-benda yang lain. Asalkan kita mau mengeluarkan sedikit kreativitas saja tak mustahil bahan-bahan bekas yang ada disekitar kita akan menjadi sesuatu yang berharga. Penasaran?

Selamat Mencoba ;)


TAGS


-

Author

Follow Me